Kamu punya caramu. Ini caraku. - Nyovika

Selasa, Juni 01, 2021

Rumahmu Disana

Kalau benar samudera lebih riang daripada daratan, lalu kenapa kau kembali lagi menapaki jalan rumah ini?
Kau bilang kau ingin berlayar mengarungi samudera, menemui dirimu yang sebenarnya.
Kau bilang rumahmu disana. Hidupmu disana.

Lalu apa yang kau lakukan disini? Ini rumah yang lama kau tinggalkan, hampir roboh lama tak berpenghuni.
Jangan kira kau akan bisa mengokohkan tempat ini lagi.
Menguatkan tiang-tiangnya seperti dulu lagi.

Kamu hanya keliru bukan?
Bahwa apa yang kau kira benar ternyata adalah kesalahan baru.

Iya kau bertemu lagi denganku, tapi aku sudah bukan orang yang sama.
Rumah ini telah punya penghuni barunya.
Mungkin alam memberimu kesempatan untuk dapat rumah baru yang lebih kokoh untuk suatu saat kau tinggalkan lama.

Read More

Selasa, Februari 23, 2021

Siapa

Lama tak jumpa.
Lama tak saling tatap.
Mungkin karna aku lebih sering menunduk, tak ingin lihat, tak mau tau.

Sekelebat ekor mata melihat, ada yang berbeda.
Tiba-tiba perasaanku mendung, apa yang salah?
Kau tampak berbeda.

Kurasa tubuhmu tak sekuat dulu.

Beberapa hari kau sering muncul, tak seperti biasanya.
Tak sengaja lagi aku menangkap bayangmu.
Apa kerut diwajahmu sudah semakin banyak?
Mendung juga tatapmu, ada apa?

Apa kau sehat?

Kau tatap jauh handphone mu dengan berkaca mata.

Apa kau penuh?
Apa kau merasa ada yang kurang?

Aku yang tak mau bertanya.
Masih.
Read More

Senin, Januari 25, 2021

Miftahul Yatama, 24 Januari 2021

"Mengenai sumbangan, bisa jadi yang ke sekian. Yang saya harap, silaturahmi ini dapat diterima Allah SWT." 


"Disini ada 17 anak, yang paling besar SMA kelas 3. Yang paling kecil usia 17.
17 bulan, beliau diantar kesini saat usianya 4 hari."




Read More

Sabtu, Januari 23, 2021

Mengungkit

Begini, 
rasanya bercerita mengungkit yang sudah lalu.
Kukira rasanya tak mungkin sama.
Kukira sudah lupa dan tak takut lagi.

Kelewat berani.
Walau tak menangis seperti dulu, tapi pahitnya masih tersisa.
Oh, bukan sisa kurasa, tapi memang rasa pahit yang muncul lagi.

Kelewat berani.
Walau tak menangis seperti dulu, tapi jari ini bergetar.
Geram yang lama tenggelam, timbul lagi, kuharap sebentar.

Kelewat berani.
Walau tak menangis seperti dulu, jantung ini kumuh lagi.
Sumpek tak ingin kenal seorang lagi.

Jangan ya,
jangan lama-lama.
Lakas pulih, dan jangan di ungkit lagi.


Read More

Social Profiles

Twitter Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Download

Apapun proses yang tengah kamu jalani, percaya deh! Kamu hebat :)

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Angka Hoki

Cari Blog Ini

Translate

Laman

BTemplates.com

About

Copyright © Here I Am | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com