Kamu punya caramu. Ini caraku. - Nyovika

Sabtu, Maret 31, 2012

Check It: Artworknya si Giman

mau ngepost gambar lagi :)
Gambar artwork amatir saya, tepatnya artwork temen sekelas aku. Namanya Giman (nama panggilan aja tapi bukan nama asli ,hehe). Ini juga kali pertama aku gambar pake software Paint Tool SAI.
Oke check it!


Masih sadar banyak kekuraangan sebenernya, belum terlalu bisa ngatur cahaya apa apa itu. Terus juga belum pinter bikin gelap terangnya, apalagi dari software ini, saya masih baru sekali.
Terus itu matanya masih nggak oke. Yah agak kurang proporsional kali yak.
Oke ganbate Vika!! Belajar lagi biar besok makin bagus gambarannya.
:D
Saya butuh tambahan kritik, mari komen :)
Read More

Rabu, Maret 28, 2012

"Tanpa Judul"

Sekedar bercerita. Tentang perasaan agak aneh ini.
Mungkin aku yang salah, tapi mungkin juga benar. Mungkin mereka masih sama, tapi mungkin juga ada perubahan. Mungkin aku yang teralu berlebihan untuk memikirkan ini, tapi mungkin saja pikiranku benar. Ya kan?
Yang aku maksud disini adalah kalian.
Aku pernah dengar cerita dari seseorang di sekolah ku yang kebetulan sudah lulus. Dia bercerita bahwa kehidupan ini berjalan apa aanya, dan selalu seperti 'itu'. Begitu pula pertemanan. Misalnya, kita mempunyai teman akrab, sangat dekat waktu SD, kedengarannya memang menyenangkan sambil mambayangkan pertemanan kita akan bertahan lama. Tetapi buktinya banyak pertemanan anak SD yang berakhir begitu saja. Bahkan setelah lulus, tidak sedikit pula, kita sesama teman SD tidak saling menyapa ketika bertemu. Sama saja dengan teman SMP, akan seperti itu kecuali kita memang sering bertemu. Tetapi jika tidak, ya lagi-lagi tidak menyapa bahkan terkadang pura-pura tidak tau. Dan juga tidakbeda jauh dengan SMA.
"Bagitu pula 'saya' (seseorang disekolah ku yang kebetulan sudah lulus), kalau boleh jujur saya sudah agak lupa dengan teman SMA saya dan tidak lagi dekat, kecuali kita memang sengaja sering bertemu. Ya, pertemanan memang begitu, dan pada akhirnya kita dituntut untuk mandiri, bisa mengerjakan sesuatu sendiri, dan tidak selalu bersanding dengan yang dinamakan 'teman', bahkan teradang disejajarkan dengan musuh."
Jadi? Apa mereka juga begitu? Tidak lagi terlihat rangkulan canda, teriakan ngece yang memberi kesan keakraban. Dan semakin jarang bertemu, apa iya suatu saat nanti kalian tidak akan menyapa ku, atau bahkan pura-pura tidak melihatku ketika bertemu.
Hmm
Read More

Kamis, Maret 15, 2012

Armatir [Art Amatir]

Ini armatir buatan saya :D
Setelah bisa coba-coba bikin gambarnya si Ahmad Febrian yang ini, aku coba-coba lagi bikin gambar temen aku.
Nggak tau ini gambar bisa disebut kartun , manga, artwork atau apa. Karna sebenernya aku juga nggak tau apa bedanya kartun sama manga atau apa lagi yang lain. Tapi aku suka gambar :D

Ayok liat gambaran akuu,
ini diaaaaa......

Ini aku pingin gambar temen aku yang namanya Arum. Lagi-lagi aku cari gampang. Sengaja hidung sama mulutnya ditutupin biar nggak susah gambarnya. [soalnya nggak bisa gambar mulut sama hidung aja]. Itu matanya juga nggak keliatan kayak mata. Agak aneh :/
Walaupun masih banyak yang bilang nggak mirip sama yang asli, besok-besok dicoba lagi deh..
Aku nggak kasih gambar orang yang aslinya soalnya yang punya gambar pasti nggak ngebolehin. Bisa dibayangin sendiri aja ya wajah aslinya gimana. Hehe.
Sudah.Itu aja.

Buat yang udah baca makasih :)
Read More

Kamis, Maret 08, 2012

Hanya, Percayalah Aku Menganggap Kalian Begitu


Apa kau tau rasanya menahan tangis?

Apa kau tau rasanya menangis tetapi tidak tau apa yang sebenarnya kau tangisi? Bingung.

Dan seperti itulah aku sekarang. Kalau kau mau bilang aku cengeng, boleh.

*

Sudah satu semester lebih aku mengenal kalian. Tetapi kurasa butuh waktu lebih lama untuk dapat mengenal aku ini. Sama sekali bukan bermaksud menyulitkan kalian untuk mengenalku, hanya saja aku yang sulit mengenalkan diriku di depan orang lain. Bahkan aku berharap, tanpa aku beritahu pun, kalian akan mengerti aku. Mungkin harapanku yang terlalu berlebihan.

Kalau aku bisa mengatakannya, aku ingin berkata bahwa aku ini bukan orang yang pandai berkata, bukan orang yang bisa mengungkapkan isi hati dengan langsung berbicara. Tidak tau kenapa, hanya saja itu sulit untukku. Setiap aku mencoba berbicara, selalu ada yang mengganjal, entah itu di tenggorokan, kerongkongan, faring, atau saraf apa ini, yang jelas itu sulit. Lebih mudah untukku mengungkapkan semuanya secara visual.

Dan entah kenapa hari ini aku merasa berada di posisi yang -lagi-lagi- sulit. Ya, posisiku begini. Suatu ketika aku mendapat masalah dengan seorang A, dan aku merasakan sakit hati, hingga aku ingin menangis. Lalu aku mati-matian menahannya, karena aku ingin menunjukkan bahwa aku tidak lemah, dan bukan aku yang salah. Jadi seharusnya bukan aku yang menangis!

Kemudian secara kebetulan aku bertemu kalian yang tengah manjahiliku, lalu aku marah kepada kalian. Sangat marah. Hingga membuatku lagi-lagi ingin menangis. Dan saat itulah, aku mengingat perasaanku sebelumnya. Aku tidak lagi menahannya dan aku sudah menangis. Tetapi apa kau tau, aku bingung. Sebenarnya apa yang sedang aku tangisi? Karna perasaan sakit hatiku atau karena perasaan marah ku? Kejahilan teman bukanlah masalah yang besar, aku akui itu. Jadi, apa yang sedang aku lakukan sebenarnya? Apakah aku sedang menyembunyikan air mata kesakitanku dibalik kemarahanku? Berusaha menutupi bahwa aku menangis karna alasan lain. Manjadikan kejahilan mereka sebagai tameng atau alasan agar aku benar-benar tidak akan terlihat lemah.

Dan…apa kalian bisa melihat itu? Lagi. Aku terlalu banyak berharap, dan terlalu meninggikan harapanku. Secara logika, mana mungkin kalian tau perasaanku tanpa aku sendiri yang mengatakan. Astaga, aku! Jangan sok misterius! Dengan berharap orang lain akan mau mengahabiskan waktu untuk menebak dan mambaca apa yang sedang aku rasakan. Tetapi jujur bukan begitu maksudku. Ini adalah kekuranganku. Lebih memilih diam, dari pada bercerita yang nantinya tidak akan ada untungnya dan tidak penting untuk kalian. Biar aku memegang kata-kata bahwa setiap masalah akan membuat kita semakin tangguh.

NB: Jangan pernah lagi menanyakan, aku menganggap kalian apa. Karena aku bodoh dalam mengungkapkan pernyataan seperti ini. Yang jelas, persahabatan tidak hanya dapat terungkap lewat pernyataan. Hanya, percayalah aku menganggap kalian begitu.
Read More

Social Profiles

Twitter Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Download

Apapun proses yang tengah kamu jalani, percaya deh! Kamu hebat :)

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Angka Hoki

Cari Blog Ini

Translate

Laman

BTemplates.com

About

Copyright © Here I Am | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com